• Home
  • Manajemen
  • Opini
  • Musik
  • Motivasi
  • Rhomansa
  • Organisasi
  • Pepatah
  • PKM
  • Tahu kah Kamu
  • Download Ebook
  • Monday, 18 November 2013

    Akibat terlalu Eksis dijejaring Sosial


              Menjadi seperti apa yang kita inginkan itu tidak mudah, terkadang harus berhadapan dengan kenyataan yang lain dari yang kita harapkan. Kehidupan masyarakat saat ini telah berubah jauh dari kata sosial akibat perkembangan teknologi.

              Teknologi memang sangat penting bagi kemudahan kehidupan manusia namun apa gunanya teknologi kalau kita lebih ke individualisme. Kenyataannya masyarakat saat ini sudah sangat PRAGMATIS sukanya yang praktis-praktis. Dalam bermasyarakatpun seperti itu, tak sedikit orang yang memilih lebih baik bersosialisasi lewat media/Jejaring sosiai seperti facebook, Twitter, dll. dari pada turun langsung ke lingkungan kemasyarakatanya.
    Media sosial/jejaring sosial kini merajalela didunia maya, baik penggunanya yang terus meningkat dari waktu-kewaktu maupun jenis-jenis dari jejaring sosial itu sendiri.
    Idealnya hal ini sangat bergunah bagi manusia, dapat berkomunikasi tampa harus  membuang-buang tenaga dan waktu untuk saling tukar-menukar informasi.  Namun disisi lain dampak negatif dari itu semua adalah Sillent Humman atau manusia-manusai yang individualis. Dimana manusia lebih mementingkan berkehidupan sosial lewat dunia maya ketimbang turun langsung ke lingkungannya untuk bersosialisasi. Maka tak jarang kita menemukan masyarakat-masyarakat yang tidak saling mengenal tetanggahnya sendiri dalam satu lingkungan kompleks.
     Taklepas dari itu semua dampak lain dari perkembangan IT adalah kurang cakapnya manusia dalam hal komunikasi secara langsung akibat dari tidak terbiasanya berkomunikasi tatap muka.
    Pernah suatu kisah terjadi, seorang motivator yang terkenal dan sangat eksis lewat jejaring sosial diundang memberikan motivasi dalam kegiatan seminar kewirausahaan yang diadakan Mahasiswa. Seminar tersebut di adakan di adakan di Auditorium unversita terkamuka di Indonesia dan dihadiri oleh Seluruh Jajaran masyarakat kampus, mulai dari Mahasiswa itu sendiri sempai Rektor juga sempat hadir.
    Dalam membawakan atau memberikan motivasi sang motivator tersebut tidak Komprehensif dan terkesan  tidak bisa membuat para pendengar terfokus sehingga hanya suasana  gaduh yang terdengar dan seketika itu juga sang petinggi universitas(Rektor) pergi meninggalkanseminar itu.
    Hal ini jelas membuktikan bahwa TI khususnya jejaring sosial tidak bisa menjamin kapasitas seseorang, malahan hanya membuat sebahgian orang menjadi gagap tidak tahu bicara pada saat  didepan umum.

    So, seimbangkanlah antara sosialisasi didunia maya dengan terjun langsung di masyarakat. Selain dapat menguji ental kita saat berkomunikasi, kita juga dapat mempelajari karakteristik-karakteristik seseorang yang sesungguhnya sangat bermanfaat didalam berkehidupan sosial.