Menjadi seperti apa yang kita inginkan itu tidak mudah,
terkadang harus berhadapan dengan kenyataan yang lain dari yang kita harapkan.
Kehidupan masyarakat saat ini telah berubah jauh dari kata sosial akibat
perkembangan teknologi.
Teknologi memang sangat penting bagi kemudahan kehidupan
manusia namun apa gunanya teknologi kalau kita lebih ke individualisme. Kenyataannya masyarakat saat ini sudah sangat PRAGMATIS
sukanya yang praktis-praktis. Dalam bermasyarakatpun seperti itu, tak sedikit
orang yang memilih lebih baik bersosialisasi lewat media/Jejaring sosiai
seperti facebook, Twitter, dll. dari pada turun langsung ke lingkungan
kemasyarakatanya.
Media sosial/jejaring sosial kini merajalela didunia maya,
baik penggunanya yang terus meningkat dari waktu-kewaktu maupun jenis-jenis
dari jejaring sosial itu sendiri.
Idealnya hal ini sangat bergunah bagi manusia, dapat
berkomunikasi tampa harus membuang-buang
tenaga dan waktu untuk saling tukar-menukar informasi. Namun disisi lain dampak negatif dari itu semua
adalah Sillent Humman atau
manusia-manusai yang individualis. Dimana manusia lebih mementingkan
berkehidupan sosial lewat dunia maya ketimbang turun langsung ke lingkungannya
untuk bersosialisasi. Maka tak jarang kita menemukan masyarakat-masyarakat yang
tidak saling mengenal tetanggahnya sendiri dalam satu lingkungan kompleks.
Taklepas dari itu
semua dampak lain dari perkembangan IT adalah kurang cakapnya manusia dalam hal
komunikasi secara langsung akibat dari tidak terbiasanya berkomunikasi tatap
muka.
Pernah suatu kisah terjadi, seorang motivator yang terkenal
dan sangat eksis lewat jejaring sosial diundang memberikan motivasi dalam kegiatan
seminar kewirausahaan yang diadakan Mahasiswa. Seminar tersebut di adakan di
adakan di Auditorium unversita terkamuka di Indonesia dan dihadiri oleh Seluruh
Jajaran masyarakat kampus, mulai dari Mahasiswa itu sendiri sempai Rektor juga
sempat hadir.
Dalam membawakan atau memberikan motivasi sang motivator
tersebut tidak Komprehensif dan terkesan
tidak bisa membuat para pendengar terfokus sehingga hanya suasana gaduh yang terdengar dan seketika itu juga
sang petinggi universitas(Rektor) pergi meninggalkanseminar itu.
Hal ini jelas membuktikan bahwa TI khususnya jejaring sosial
tidak bisa menjamin kapasitas seseorang, malahan hanya membuat sebahgian orang
menjadi gagap tidak tahu bicara pada saat didepan umum.
So, seimbangkanlah antara sosialisasi didunia maya dengan
terjun langsung di masyarakat. Selain dapat menguji ental kita saat
berkomunikasi, kita juga dapat mempelajari karakteristik-karakteristik
seseorang yang sesungguhnya sangat bermanfaat didalam berkehidupan sosial.

No comments:
Post a Comment