Organisasi, ya, organisasi..
Kenapa saya harus berorganisasi..? apa manfaat yang saya dapatkan dalam
berorganisasi..? apakah nanti tidak akan mengganggu akademik saya..?. Hmm
sekiranya begitulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak saya sebelum saya akhirnya memutuskan untuk masuk
di beberapa organisasi intra maupun ekstra kampus yang hingga saat ini
Allhamdulillah masi berjalan sebagai mana mestinya tanpa harus mengorbankan
akademik yang merupakan hal yang pokok yang harus saya selesaikan.
Saya hanyalah salah satu
dari ratusan atau bahkan ribuan rekan-rekan di luar sana yang rela mengabdi
dan mengarungi suka duka dalam berorganisasi. Dan saya rasa, apa yang saya cari
dalam berorganisasi ini tidak jauh berbeda dengan rekan-rekan saya itu.
Pengalaman, ya.. pengalaman, Itulah yang kami cari, hanya
sebuah pengalaman. Hanya demi sebuah pengalamam kami rela kesana-kemari dibawa
terik matahari, kami rela berlarut-larutan kongkow-kongkow hanya demi
pemantapan konsep, bahkan takjarang diantara kami banyak yang jatuh sakit.
Mungkin teman-teman semuanya akan berfikir bahwa kenapa kami rela melakukan itu
semua hanya demi pengalaman berorganisasi . Ya memang benar, memang walau tanpa
berorganisasi teman-teman bisa mendapatkan banyak pengalaman, bahkan bisa
melebihi pengalaman yang kami miliki. Maka dari itu Izinkan saya bercerita
Mengenai sedikitnya Pengalaman-pengalaman yang saya dapatkan dalam
berorganisasi ini.
Awalnyasih saya hanya ikut rame
terjun ke dunia organisasi ini, tetapi seiring dengan berjalnnya waktu, tanpa
sadar saya merasakan banyak hal yang berubah pada diri saya. Mulai dari cara
berpakaian saya, sampai dengan kata-kata yang tanpa sadar ternyata keluar dari
mulut saya.
Kejadian 2 tahun lalu, masih
sangat berbekas dibenak saya, ketika saya harus berdiri diatas sebuah podium
berhadapan dengan ratusan audiens untuk melaporkan hal-hal yang berkaitan
dengan jalannya kegiatan dan kepanitiaan. Waktu itu saya adalah ketua panita
kegiatan Halal Bil Halal yang dirangkaikan dengan Pembubaran Panitia PMJ
Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) . Itu merupakan kali pernama saya selama
hidup saya berbicara di depan umum dan berhadapan dengan ratusan pasang mata
audiens yang tertuju kepada saya. Anda pasti sudah tau, bagaimana perasaan dan
gugupnya saya pada saat itu. Takut salah, takut suaranya tidak bagus kedengaran
di mik, takut semuat audiens akan menertawakan apabila saya salah pengucapan,
dan masih banyak takut-takut lainnya yang bercampur aduk pada saat itu. Di
tengah-tengah pelaporan yang saya sampaikan, ketika saya menengok kearah
audiens tiba-tiba semua yang ada di benak saya hilang (blank) bahkan konsep
yang saya bacakanpun sudah saya tidak tahu sampai dimana. Dengan perasaan yang
sangat kacau pada saat itu, saya meminta kepada audiens untuk mengulangi
pelaporan saya dari awal lagi. Mulai saat itu, saya bertekat pada diri saya
untuk aktif di beberapa organisasi demi melatih mental dan keterampilan
berbicara saya didepan umum.
Sayapun mulai memasuki beberapa
organisasi, baik internal maupun eksternal kampus saya masuki. Adapun lembaga
yang saya masuki di internal kampus selain HMM yakni LPM. Sedangkan untuk
eksternal kampus sendiri yakni KSR PMI dan Himpunan Mahasiswa Islam (HmI). Dan Alhamdulillah saya merasakan
perkembangan-perkembangan yang terjadi pada diri saya. Saya yang dulunya tidak
pernah berani mengemukakan pendapat, kini akan melakukan hal sebaliknya apabila
ada kesempatan yang diberikan. Hal itu berkat forum-forum diskusi yang ada pada
organisasi.
Salain itu, kini saya juga telah
belajar tentang administrasi. Paling tidak adalah bekal saya untuk terjun ke
dunia kerja nantinya, apa bila dimintai untuk mengurus hal-hal ynag berkaitan
dengan administrasi. Bahkan kalau disuruh memimpin sebuah musyawarah besar yang
menghruskan adanya sesorang yang betindak sebagai Pemimpin sidang, Saya juga
InsyaAllah bisa kok. Itu semua saya dapatkan di Organisasi.
Dulu juga saya sangat benci
dengan yang namanya membaca, walaupun itu komik. Tetapi organisasi menuntut
saya harus memiliki wawasan yang luas dan
membacalah salah satu cara untuk meningkatkan wawasan tersebut.
Mungkin sampai dengan saat ini
Rekan-rekan semuahnya belum tergugah hatinya untuk ikut berorganisasi. Saya
rasa pasti rekan-rekan semuanya memiliki alasan masing-masing. Dulu saya juga
seperti itu, saya berfikir untuk apa saya berorganisasi? Sayakan calon
pengusaha? Saya seorang wiraswastawan.
Tatapi saya juga baru sadar bahwa dengan berorganisasi, saya tanpa sadar
ternyata telah mengaplikasikan beberapa teori-teori yang saya dapatkan dibangku
ekonomi ini. Mulai dari Fungsi-fungsi manajemen yang terdiri dari P.O.A.C.
sampai pelajaran tehnik pemasaran yang diantaranya adalah menjual bazar., dalam
menjual bazar kita dituntut untuk pandai berkomunikasi dan apa bila dibantu dengan
pengetahuan mengenai pemasaran maka dijamin bazarnya akan habis terjual. Semua
itu adalah latihan buat saya sebelum nantinya akan sesungguhnya terjun didunia usaha.
Saya yakin apa bila hal sekecil ini saya mampu atasi, insyaAllah bekal saya
untuk memulai usaha nantinya sudah ada, paling tidak dapat mengetahui i
resiko-resiko yang ada dan meminimalisir kerugian.
Didalam
dunia kerja memang organisasi sangat banyak mafaatnya, mulai dari awal kita
melamar kerja di sebuah perusahaan atau instansi, pasti yang di tanyakan adalah
pengalaman organisasi. Dan ketika kita diberikan sebuah amanah atau tanggung
jawab berkaitan dengan pekerjaan kita, kita sudah tidak canggung lagi karna
telah terbiasa sebelumnya di organisasi.
Belajar menjadi seorang pemimpin.
Jikalau di bangku perkuliahan kita mendapatkan banyak Pelajaran dan teori-teori
untuk menjadi pemimpin yang baik, maka di Organisasilah bentuk pengaplikasiannya.
Tetapi tetaplah beda teori beda praktek. Pada pengaplikasinnya ternyata ada
hal-hal yang tidak tercantum yang juga sangatlah urgen untuk diperhatikan.
Salah satunya yaitu kematangan Mental. Tanpa Mental yang baik, seorang pemimpin
tak akan bertahan. Ibarat duasisi mata uang, yang akan berbeda apa bila dilihat
dari masing-masig sisinya tetapi tetaplah memiliki nilai yang sama. Begitu juga
dengan Seorang pemimpin yang selalu dipandang berbeda oleh masing-masing Orang
yang menjadi bawahannya , tidak selamanya hal-hal yang benar dilakukan oleh
pemimpin itu benar juga dimata bawahannya. Disinilah Mental seorang pemimpin
akan diuji. Ketika dia memiliki mental yang baik, dia pasti mampu mengatasi itu
semua. Tetapi sebaliknya, ketika mental yang ia miliki tak sekuat itu, maka
takjarang tingkah laku otoriter dan semenah-menahlah yang muncul. Itu semua
menjadi PR tersendiri untuk seorang yang
ingin menjadi pemimpin.
Saat ini pula Alhamdulillah
berkat organisasi, saya telah memegang beberapa amanah yang merupakan
pembelajaran buat saya nantinya. Saat ini saya dipercayakan sebagai Sekertaris
Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE-UNTAD periode 2014-2015, Ketua Umum KSR
PMI UNIT 001 FE-UNTAD periode 2013-2014, anggota divisi produksi HMM periode
2014-2015, dan Kepala bida PPPA di HmI komisariat Ekonomi Untad periode 2013-2014. Dan dengan IPK
masih terjaga yakni 3,27.
Saya menjabarkan itu semua bukan
karna saya ingin pamer dan lainnya tetapi disini saya ingin mengungkapkan
kepada rekan-rekan sekalian bahwa dengan jabatan itu semua akhirnya membawa saya
memiliki banyak teman maupun jaringan baik dikalangan mahasiswa maupun Staf-staf
pengajar dikampus yang Alhamdulillah ternyata dapat membantu memudahkan segala
urusan saya yang ada di kampus. Untuk saya pribadi juga jabatan-jabatan itu
InsyaAllah akan lebih mendekatkan diri saya kepada sang pencipta. Sebab setiap
masalah-masalah yang saya hadapi membawa saya untuk mengaduh kepada Nya dan
meminta petunjuk darinya yang Alhamdulillah selalu ada jalan darinya.
InsyaAllah.
Dan yang terakhir yang ingin saya
sampaikan adalah dengan berorganisasi InsyaAllah pikiran kita jauh lebih
Visioner dan terbuka, membuat kita lebih
menghargai waktu dan InsyaAllah memiliki kecerdasan baik IQ, EQ maupun SQ
diatas rata-rata rekan kita yang tidak berorganisasi. Amin.
1 comment:
its Me
Post a Comment