Rakernas Ikaatan Senat Mahasiswa Ekonomi Idonesia (ISMEI) yang ke XIII yang dilaksanakan di Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) 26-29 Oktober 2015 berakhir dengan penuh kekecewaan. Pasalya dari seluruh agenda acara yang dijadwalka oleh pantia pelaksana tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dilapangan. Wapres Jusuf Kalla yang seharunya menjadi pembicara Utama dalam kegiatan ini pun tidak hadir. Begitu pula dengan Para pembicara yang ditunggu-tunggu oleh para peserta lainnyapun terpaksa harus digganti akibat tidak bias hadir dlm kegiatabn tersebut.
Tidak hanya itu, persiapan panitiapun terkesan tidak maksimal. Yang biasanya dalam kegiatan temu nasional seperti ini, tiap Universitas memiliki LO satu bahkan sampai dua atau tiga orang. Lain halnya dengan panitia yang terdiri dari beberapa mahasiswa UMY ini tidak satupun universitas yang memiliki pendamping (LO) sehingga membuat panitia sendiri kewalahan untuk mengoorganisasikan para peserta RAKERNAS ISMEI Ke-XIII.
Puncaknya saat rakernas berlangsung, Perdebatan antara mahasiswa yang lingkup Jawa Timur yang menginginkan Kegiatan Indonesia Berdialog (IB) diadakan di Universitas Muhamadiyah Malang dan Mahasiswa yang berasal dari Indonesia bagian Timur; Makassar, Kendari, Palu, Ambon, dll menginginkan kegiatan diadakan di Makassar. Alasan dari para mahasiswa yang berasal dari Indonesia Timur menginginkan kegiata IB dilaksanakan di Makassar karna sebelumnya Kongres telah dilaksanakan di Surabaya dan pada waktu penentuan tuan rumah Rakernas juga mahasiswa Makassar berlapang dada untuk UMY sebagai tuan rumah. Akhirnya kongres berakhir dengan tidak ada satupun keputusan mengenai Penempatan Tuan Rumah Program Kerja Nasional (PKN). Sehingga seluruh peserta Rakernas ISMEI xiii pulang degan tidak membawa hasil satupun. Juga Prdebatan ini mengharuskan beberapa peserta keluar dari persidangan.
Parahnya lagi Rakernas yang notabene dihadiri dari seluruh mahasiswa senat ekonomi dari sabang sampa merauke ini dimulai dengan Bentuk Persidangan yang sangat rapi, namun harus ditutup dengan pemohonan maaf oleh BP ISMEI dan tanpa upacara penutupan.
Saya Selaku salah satu peserta Rakernas ISMEI Ke Xiii ini, merasa begitu miris melihat semua kejadian ini. Yang seharusnya menjadi perdebtan dan bahan kajian kita adalah masalah Kebijakan Pemerintah dalam hal Perekonomian. kapan kita bisa mengkritisi pemerintah kalau Rumah kita sendiri masih kacau balau dan tidak ada solidaritas didalamnya..
Mohon maaf apabila pemikiran sy yang sangat dangkal ini menyinggung rekan-rekan sehimpun secita sekalian…
Sy hanya berharap kedepannya ISMEI bisa menjadi organisasi yang “mampu berperan secara konsisten dalam usaha perbaikan ekonomi bangsa yang berpihak pada rakyat dalam kerangka keilmuan dan independensi”, sesui dengan Visi ISMEI itu sendiri yang telah dirumuskan oleh para Pemrakarsa Organisasi ini…
No comments:
Post a Comment